25 KALIMAT EFEKTIF
1.
Sarah pergi ke sekolah, kemudian
Sarah pergi ke rumah temannya untuk belajar.
Analisis : Sarah pergi ke sekolah, kemudian pergi ke rumah temannya untuk
belajar
Alasan : penggunaan subjek yang berlebihan yaitu pada kata “Sarah” dapat diminimalkan
dengan menghilangkan salah satu subjek.
2.
Mahasiswi perguruan tinggi yang
terkenal itu mendapatkan beasiswa.
Analisis : Mahasiswi di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan
beasiswa.
Alasan : perguruan tinggi mengacu pada tempat sehingga untuk memperjelas
diletakkan kata “di” yang menunjukkan tempat pada perguruan tinggi.
3.
Untuk mempersingkat waktu, kami
lanjutkan acara ini.
Analisis : untuk menghemat waktu, kami lanjutkan acara ini.
Alasan : kata “mempersingkat” tidak efektif karena dianggap ambigu. Untuk
itu diganti dengan kata “menghemat”
4.
Kakak menolong anak itu dengan
dipapahnya menuju rumah sakit.
Analisis : kakak menolong anak itu dengan memapahnya menuju rumah sakit.
Alasan : penggunaan kata “dipapah” seharusnya diganti “memapah” karena yang
melakukan adalah kakak (subjek).
5.
Bagi semua siswa kelas XI harus
mengikuti kegiatan study tour.
Analisis : Semua siswa kelas XI
harus mengikuti kegiatan study tour.
Alasan : penggunaan kata depan
“bagi” terlalu berlebihan. Maka dapat dihilangkan.
6.
Karena ia tidak diajak, dia tidak
ikut belajar bersama belajar.
Analisis : Karena tidak diajak, dia
tidak ikut belajar bersama.
Alasan : kata “ia” dapat dihapus
karena subjek sama lebih dari satu akan membuat makna ganda.
7.
Harga sembako di pasar dinaikkan
secara drastis.
Analisis : Harga sembako di pasar
naik secara drastis.
Alasan : penggunaan kata “dinaikkan”
dapat di tulis “naik” sudah dapat menjadi kalimat berpredikat.
8.
Pembangunan jembatan itu, kami
dibantu oleh semua warga desa.
Analisis : Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga
desa.
Alasan :
9.
Saya tidak suka buah nanas dan saya tidak suka
buah durian.
Analisis : Saya tidak suka buah nanas dan duarian.
Alasan : karena pada subjek dan predikat sama maka ditulis sekali saja.
10. Rudi
hanya memiliki pulpen 3 saja.
Analisis : Rudi hanya memiliki pulpen 3.
Alasan : kata “hanya” dan “saja” memiliki makna hampir sama sehingga
dapat memilih salah satu dari kata tersebut.
11. Para
mahasiswa-mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat.
Analisis : para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat.
Alasan : kata “para” menunjukkan banyak mahasiswa, sehingga tidak perlu
pengulangan kata.
12. Guru baru pergi
ke kantor.
Analisis : Guru baru itu pergi ke kantor.
Alasan : penambahan kata “itu” memperjelas objek yang dituju.
13. Sudah saya baca
buku itu.
Analisis : Buku itu sudah saya baca.
Alasan : karena dalam kalimat yang menunjukkan subjek adalah “buku”
sehingga penulisannya ada di awal kalimat.
14. Pertemuan itu
dihadiri oleh menteri pendidikan, gubernur dan presiden.
Analisis : pertemuan itu dihadiri oleh presiden, menteri pendidikan, dan
gubernur.
Alasan : karena secara kedudukan presiden berada paling atas, disusul oleh
menteri dan gubernur.
15. Budi membicarakan
tentang pengalaman liburannya.
Analisis : Budi membicarakan pengalaman liburannya.
Alasan : karena kata “tentang” seumpama dihapu tidak akan mempengaruhi
makna kata.
16. Waktu dan
tempat kami persilahkan!
Analisis : Waktu dan tempat dipersilakan!
Alasan : karena penggunaan kata tidak tepat.
17. Karena dia
tidak tidur semalaman, dia jadi terlambat datang ke sekolah.
Analisis : karena tidak tidur semalaman, dia terlambat datang ke sekolah.
Alasan : penggunaan kata “dia” yang diulang-ulang dalam satu kalimat dapat
menimbulkan makna ganda. Kata “jadi” jika tidak ditulis tidak akan mengubah
makna.
18. Dia yang memakai
baju merah.
Analisis : dia memakai baju merah.
Alasan : kata “yang” merupakan kata penghubung, sehingga dalam penulisan
tidak perlu ditulis.
19. Soal itu saya
kurang jelas.
Analisis : Soal itu bagi saya kurang jelas.
Alasan : kata “bagi” memperjelas subjek pada kalimat.
20. Kami datang
agak terlambat. Sehingga tidak dapat mengikuti acara pertama.
Analisis : kami datang agak terlambat sehingga tidak dapat mengikuti acara
pertama.
Alasan. Kata penghubung “sehingga” tidak boleh digunakan sebagai kalimat
pertama.
21. Bahasa
Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
Analisis : Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
Alasan : predikat tidak boleh didahului kata “yang”.
22. Saya suka akan
kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka.
Analisis : Saya suka akan kecantikan dan kelembutan mereka.
Alasan : karena kalimat pertama dan kedua hanya berbeda pada objek,
sehingga kata “dan” dapat menjadi penghubung antara kalimat pertama dan kedua.
23. Sejak dari pagi
dia termenung.
Analisis : sejak pagi dia termenung.
Alasan : kata “dari” tidak perlu dicantumkan karena “pagi” sudah
menunjukkan waktu yang jelas.
24. Adik ke sekolah
kemarin.
Analisis : Adik pergi ke sekolah kemarin.
Alasan : kata “pergi” memperjelas tujuan.
25. Budi belajar
yang giat agar supaya lulus.
Analisis : Budi belajar giat agar lulus.
Alasan : kata
“agar” dan “supaya” memiliki makna yang sama, maka ditulis salah satu dan kata
“yang” dihilangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar