Senin, 21 Desember 2015

5. KALIMAT EFEKTIF



25 KALIMAT EFEKTIF

1.      Sarah pergi ke sekolah, kemudian Sarah pergi ke rumah temannya untuk belajar.
Analisis : Sarah pergi ke sekolah, kemudian pergi ke rumah temannya untuk belajar
Alasan : penggunaan subjek yang berlebihan yaitu pada kata “Sarah” dapat diminimalkan dengan menghilangkan salah satu subjek.
2.      Mahasiswi perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan beasiswa.
Analisis : Mahasiswi di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan beasiswa.
Alasan : perguruan tinggi mengacu pada tempat sehingga untuk memperjelas diletakkan kata “di” yang menunjukkan tempat pada perguruan tinggi.
3.      Untuk mempersingkat waktu, kami lanjutkan acara ini.
Analisis : untuk menghemat waktu, kami lanjutkan acara ini.
Alasan : kata “mempersingkat” tidak efektif karena dianggap ambigu. Untuk itu diganti dengan kata “menghemat”
4.      Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya menuju rumah sakit.
Analisis : kakak menolong anak itu dengan memapahnya menuju rumah sakit.
Alasan : penggunaan kata “dipapah” seharusnya diganti “memapah” karena yang melakukan adalah kakak (subjek).
5.      Bagi semua siswa kelas XI harus mengikuti kegiatan study tour.
Analisis : Semua siswa kelas XI harus mengikuti kegiatan study tour.               
Alasan : penggunaan kata depan “bagi” terlalu berlebihan. Maka dapat dihilangkan.
6.      Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama belajar.
Analisis : Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama.
Alasan : kata “ia” dapat dihapus karena subjek sama lebih dari satu akan membuat makna ganda.



7.      Harga sembako di pasar dinaikkan secara drastis.
Analisis : Harga sembako di pasar naik secara drastis.
Alasan : penggunaan kata “dinaikkan” dapat di tulis “naik” sudah dapat menjadi kalimat berpredikat.
8.      Pembangunan jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa.
Analisis : Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa.
Alasan :
9.      Saya tidak suka buah nanas dan saya tidak suka buah durian.
Analisis : Saya tidak suka buah nanas dan duarian.
Alasan : karena pada subjek dan predikat sama maka ditulis sekali saja.
10.  Rudi hanya memiliki pulpen 3 saja.
Analisis : Rudi hanya memiliki pulpen 3.
Alasan : kata “hanya” dan “saja” memiliki makna hampir sama sehingga dapat memilih salah satu dari kata tersebut.
11.  Para mahasiswa-mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat.
Analisis : para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat.
Alasan : kata “para” menunjukkan banyak mahasiswa, sehingga tidak perlu pengulangan kata.
12.  Guru baru pergi ke kantor.
Analisis : Guru baru itu pergi ke kantor.
Alasan : penambahan kata “itu” memperjelas objek yang dituju.
13.  Sudah saya baca buku itu.
Analisis : Buku itu sudah saya baca.
Alasan : karena dalam kalimat yang menunjukkan subjek adalah “buku” sehingga penulisannya ada di awal kalimat.
14.  Pertemuan itu dihadiri oleh menteri pendidikan, gubernur dan presiden. 
Analisis : pertemuan itu dihadiri oleh presiden, menteri pendidikan, dan gubernur.
Alasan : karena secara kedudukan presiden berada paling atas, disusul oleh menteri dan gubernur.

15.  Budi membicarakan tentang pengalaman liburannya.
Analisis : Budi membicarakan pengalaman liburannya.
Alasan : karena kata “tentang” seumpama dihapu tidak akan mempengaruhi makna kata.
16.  Waktu dan tempat kami persilahkan! 
Analisis : Waktu dan tempat dipersilakan!
Alasan : karena penggunaan kata tidak tepat.
17.  Karena dia tidak tidur semalaman, dia jadi terlambat datang ke sekolah.
Analisis : karena tidak tidur semalaman, dia terlambat datang ke sekolah.
Alasan : penggunaan kata “dia” yang diulang-ulang dalam satu kalimat dapat menimbulkan makna ganda. Kata “jadi” jika tidak ditulis tidak akan mengubah makna.
18.  Dia yang memakai baju merah.
Analisis : dia memakai baju merah.
Alasan : kata “yang” merupakan kata penghubung, sehingga dalam penulisan tidak perlu ditulis.
19.  Soal itu saya kurang jelas.
Analisis : Soal itu bagi saya kurang jelas.
Alasan : kata “bagi” memperjelas subjek pada kalimat.
20.  Kami datang agak terlambat. Sehingga tidak dapat mengikuti acara pertama.
Analisis : kami datang agak terlambat sehingga tidak dapat mengikuti acara pertama.
Alasan. Kata penghubung “sehingga” tidak boleh digunakan sebagai kalimat pertama.
21.  Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
Analisis : Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
Alasan : predikat tidak boleh didahului kata “yang”.
22.  Saya suka akan kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka.
Analisis : Saya suka akan kecantikan dan kelembutan mereka.
Alasan : karena kalimat pertama dan kedua hanya berbeda pada objek, sehingga kata “dan” dapat menjadi penghubung antara kalimat pertama dan kedua.
23.  Sejak dari pagi dia termenung.
Analisis : sejak pagi dia termenung.
Alasan : kata “dari” tidak perlu dicantumkan karena “pagi” sudah menunjukkan waktu yang jelas.
24.  Adik ke sekolah kemarin.
Analisis : Adik pergi ke sekolah kemarin.
Alasan : kata “pergi” memperjelas tujuan.
25.  Budi belajar yang giat agar supaya lulus.
Analisis : Budi belajar giat agar lulus.
Alasan : kata “agar” dan “supaya” memiliki makna yang sama, maka ditulis salah satu dan kata “yang” dihilangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar