Senin, 21 Desember 2015

2. RESUME ARTIKEL



Artikel merupakan karangan non fiksi (fakta) yang biasanya di muat dalam surat kabar, buletin, internet dan alat media massa lainnya. Menyampaikan gagasan dan fakta sehingga dapat meyakinkan, mendidik para pembaca untuk menyelesaikan suatu masalah. Karya ilmiah adalah karangan yang dibuat oleh perorangan atau kelompok dengan tata cara ilmiah untuk memecahkan suatu masalah.
Menulis artikel atau karya ilmiah merupakan tugas wajib bagi guru, dosen untuk menaikkan jabatannya. Di kalangan mahasiswa menulis karya ilmiah adalah tugas yang harus dijalani untuk mendapatkan gelar Sarjana.
Pada kenyataannya, menulis artikel atau karya ilmiah tidak semudah yang dibayangkan. Penulis harus mengikuti visi misi dimana tulisan mereka akan dimuat. Menulis artikel atau karya ilmiah sangat penting dan berguna bagi kaum intelektual. Karena dengan ini mereka dapat belajar menemukan masalah baru dan menyelesaikan masalah itu maka mereka harus mengembangkan ilmu pengetahuan. Sayangnya tidak mudah menembus media massa.
Tulisan ini akan memberi bekal untuk para dosen, guru dan mahasiswa untuk mengetahui jenis-jenis, kegunaan dan tata cara penulisan karya ilmiah.dan juga bagaimana memahami batas redaktur media massa sehingga tulisannya dapat di layak dimuat. Pada penulisan karya ilmiah harus memiliki penelitian ketekunan dan kejelian tersendiri, serta panduan orang yang sudah sering menulis karya ilmiah.
Bagi mahasiswa, ini berguna untuk membantu menulis tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi. Dalam etika penulisannya (metodologi penelitian) maupun pemaparan urgensi masalah (teori yang dijadikan acuan pembahasan).

1.      Artikel
Artikel dalam bahasa Inggris ditulis “article” yang menurut kamus lengkap Inggris-Indonesia karangan Prof. Drs. S. Wojowasito dan W.J.S. Poerodarminto, article berarti “karangan”. “artikel” dalam KBBI berarti “karangan di surat kabar, majalah dan sebagainya”. Ada pula pakar menyebutkan bahwa artikel adalah suatu tulisan tentang berbagai alat, mulai politik, sosial, ekonomi, budaya, teknologi, olahraga dan lain-lain (Djuroto dan Bambang, 2003:3-4).
Menulis artikel di surat kabar atau majalah tidak harus dilakukan oleh wartawan. Pada faktanya benyak penulis artikel di media massa cetak adalah orang luar. Penulis artikel harus mencantumkan nama sebagai tanggung jawab atas tulisannya. Dapat disimpulkan bahwa semua tulasan di surat kabar merupakan artikel namun yang membedakan adalah penempatannya, jika dimuat pada halaman opini disebut artikel umum. Apabila di hiburan dan seni disebut esai, sedangkan jika dimuat dalam kolom khusus disebut tajuk rencana dan sebagainya.
Berbeda dengan menulis berita. Jika berita harus sesuai dengan fakta yang ada dan dapat diberi interpretasi sebagai penjelas, namun sama sekali tidak boleh memasukkan opini. Artikel boleh diberi opini atau pendapat penulis tentang fakta apa yang telah didapatnya dalam penelitian.
Fakta adalah kenyataan yang sesuai di lapangan sebenarnya, opini adalah pendapat yang dikemukakan sesuai fakta yang ada, sedangkan interpretasi adalah hasil pemikiran berupa pengertian, penafsiran, dan pemahaman yang sesuai dengan fakta.
Kesimpulannya jika kita ingin menulis sebuah berita dapat menggabungkan antara fakta interpretasi. Artikel dapat menggabungkan ketiganya yaitu fakta, interpretasi dan opini.
Berbeda lagi dengan menulis komentar. Komentar adalah tanggapan suatu masalah dapat berupa pendapat atau kritikan. Artikel memiliki penulisan yang tidak hanya memberi komentar namun memberi pemikiran lain yang sudah atau belum diketahui oleh masyarakat.
Artikel dalam surat kabar dapat berfungsi sebagai pembeda mana yang dikatakan fakta dan opini. Dalam surat kabar ada satu halaman khusus untuk artikel bernama opinion page, dimana khalayak dapat menyampaikan pendapat atau gagasannya. Bagi penerbit media massa itu sebagai umpan balik apa yang telah diterbitkan.
Pemilihan judul sangat penting dalam pembuatan artikel, karena dari judul menarik tersebut redaktur media massa akan tertarik untuk menerbitkannya. Ada orang yang menulis judulnya dulu baru menuliskan isi sesuai dengan judul yang telah diambil. Namun ada pula orang yang menulis isi dari artikel yang akan diterbitkan dan memberikan judul setelah selesai menulis.
Pengalaman penulis yaitu menentukan topik lebih dulu, kemudian mencari literatur, mengungkapkan permasalahan, baru memilih judul yang tepat.
Karena dalam penulisan artikel sebaiknya memenuhi syarat : (1) Atraktif dan Baru, yaitu menuliskan yang belum pernah ditulis oleh orang lain sebelumnya, ini akan menarik perhatian pembaca dan redaktur media massa untuk mengetahui isi dari artikel. (2) hindari menulis judul yang panjang. Penulisan judul yang terlalu panjang terkesan tidak menarik dan menghabiskan halaman dalam surat kabar, maka akan dihindari oleh redaktur. Jika ingin judul panjang buatah judul inti dan sub-judulnya. (3) punya relevansi. Judul harus memiliki relevansi dengan isi dalam tulisannya, misal jika kita ingin menulis dengan topik ekonomi maka judulnya berkaitan dengan topik tersebut. Pengelompokkan ini untuk mempermudah redaktur dalam menempatkannya di media massa.
Ada lima jenis artikel : (1) eksploratif. Artikel ini berisi tentang fakta penemuan baru. Misalnya penemuan barang antik jaman purba. Penulis menelusuri sejarahnya, dan menguraikannya dalam tulisan artikel. (2) eksplanatif. Yaitu artikel yang memberi penjelasan/menerangkan untuk dapat dipahami oleh pembaca. Disini penulis harus jeli dalam pengamatannya. (3) deskriptif. Artikel yang berisi tentang permasalahan yang tengah terjadi di masyarakat. Mirip laporan atau reportase hanya saja dalam artikel tidak hanya menampilkan fakta namun juga opini dari sang penulis. (4) prediktif. Dalam artikel ini berisi tentang prediksi atau perhitungan apa yang akan terjadi kelak dikemudian hari berdasarkan perhitungan penulisnya. (5) preskriptif. Berisi tentang tuntunan atau ajaran melakukan sesuatu sehingga orang lain yang membaca akan mengetahui kebenaran dan tidak mengalami kekeliruan.

2.      Karya Ilmiah
Danial (2001:4) menyatakan bahwa karya ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah. Tata cara ilmiah adalah suatu sistem penulisan yang didasarkan pada sistem, masalah, tujuan, teori dan data untuk memberikan alternatif pemecahan masalah tertentu.
Selain itu, Djuroto dan Bambang (2003:12-13) menyatakan bahwa karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian, baik penelitian lapangan, tes laboratorium ataupun kajian pustaka.
Maka dalam penulisan karya ilmiah harus menggunakan pemikiran yang logis (masuk akal) dan empiris (dibahas ecara mendalam) yang dapat dibuktikan kebenarannya. Ada dua tingkatan pemikiran ilmiah, yaitu tingkat abstrak yang berkaitan dengan penalaran maksudnya pemikirannya bebas namun sedikit terikat oleh ruang dan waktu. Tingkat empiris sangat berkaitan oleh ruang dan waktu.
Pendekatan ilmiah dalam penulisan karya ilmiah ada dua jenis, pendekatan induktif dan deduktif. Induktif maksudnya adalah pengamatan seseorang padaa bidang tertentu secara empiris, menghasilkan konsep, menjadikannya hipotesa yang ditulis secara teori, dan bermuara di tingkat abstrak. sedangkan deduktif memiliki arti titik tolak penalaran di abstrak yang menghasilkan konsep dan diuji dengan hipotesis.
Karya tulis ilmiah adalah kegiatan menulis berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode ilmiah untuk menemukan jawaban secara ilmiah terhadap suatu permasalahan. Untuk menjadi penulis karya ilmiah, penulis harus rajin membaca dan mencatat konsep-konsep serta teori untuk mendukung karya tulis ilmiahnya. Suatu karya ilmiah harus dapat dibuktikan dengan melakukan dua pengujian jawaban. Pertama, jawaban tersebut merupakan jawaban final dalam terhadap permasalahan penelitian. Artinya nantinya akan diperlukan sebagai suatu thesis. Kedua, jawaban yang paling benar, nantinya akan diuji dengan hipotesis.
Meskipun penulis telah mengetahui jawabannya, namun harus mengujinya terlebih dahulu apakah jwaban tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Untuk itu dibutuhkan sumber lain. Jika dalam pengujian benar maka hipotesis dapat diterima, jika salah maka hipotesis dapat ditolak. Penulisan karya ilmiah hanya dapat dilakukan setelah ada masalah yang muncul kemudian di jawab dengan melakukan penelitian. Setelah itu dibuatlah kesimpulan dari penelitian dan rekomendasi. Kesimpulan adalah pemikiran terakhir dari penelitian, sedangkan rekomendasi merupakan langkah selanjutnya untuk menyelesaikan masalah. Kesimpulan sendiri tidak harus menemukan hal yang baru, bisa juga melanjutkan penemuan yang sebelumnya telah dilakukan. Ilmu dan teknologi yang ada di bumi sebenarnya bisa dan perlu untuk diteliti lebih lanjut. Karena perubahan dapat melahirkan kemajuan positif untuk dunia.
Penulisan karya ilmiah dapat membantu para cindekiawan dalam menemukan sesuatu yang baru. Pada lingkup pendidikan di perguruan tinggi karya ilmiah dapat digunakan untuk mendapatkan suatu gelar. Skripsi untuk Sarjana (S1), tesis untuk Magister (S2), disertasi untuk Doktor (S3). Namun tujuan utama penulisan karya ilmiah tidak untuk mendapatkan gelar, melainkan mendokumentasikan temuan-temuan baru yang dapat dibuktikan kebenarannya. Temuan karya ilmiah yang dibukukan memiliki tujuan (1) pengakuan scientific objective untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, dengan pemaparan teori-teori baru yang sahih serta terandalkan, (2) pengakuan practicial objective guna membantu pemecahan problema praktisi yang mendesak.
Judul ada kepala karya tulis, sedangkan topik adalah pokok permasalahan yang ditulis. Topik bisa diangkat menjadi judul namun judul tidak dapat diangkat menjadi topik. Judul adalah ciri yang mencakup isi dari karya tulis ilmiah. Karean itu judul harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak bertele-tele, dan mudah dipahami. Judul harus sesuai dengan topik bahasan yang akan diambil dan sebisa mungkin jangan membuat judul yang terlalu pendek juga jangan terlalu panjang. Judul sebaiknya terdiri dari 8-12 kata. Karya ilmiah dibedakan menjadi dua secara garis besar, yaitu karya ilmiah pendidikan dan karya ilmiah penelitian. Karya ilmiah pendidikan contohnya : Paper, Skripsi, Tesis dan Disertasi. Karya tulis penelitian ontohnya : makalah seminar, laporan hasil penelitian, dan jurnal penelitian.





Kesimpulannya
1.      Karya ilmiah mengandung kebenaran ilmiah dan dapat dibuktikan secara nyata.
2.      Proses berpikir ilmiah terdiri dari pengajuan masalah, hipotesis, dan verifikasi data. Hasilnya disajikan berupa tulisan sistematis dan empiris.
3.      Karya tulis ilmiah biasanya ditampilkan dalam bentuk makalah, skripsi, tesis, disertasi, hasil penelitian.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar