Artikel merupakan karangan non
fiksi (fakta) yang biasanya di muat dalam surat kabar, buletin, internet dan
alat media massa lainnya. Menyampaikan gagasan dan fakta sehingga dapat
meyakinkan, mendidik para pembaca untuk menyelesaikan suatu masalah. Karya ilmiah
adalah karangan yang dibuat oleh perorangan atau kelompok dengan tata cara
ilmiah untuk memecahkan suatu masalah.
Menulis artikel atau karya ilmiah
merupakan tugas wajib bagi guru, dosen untuk menaikkan jabatannya. Di kalangan
mahasiswa menulis karya ilmiah adalah tugas yang harus dijalani untuk
mendapatkan gelar Sarjana.
Pada kenyataannya, menulis
artikel atau karya ilmiah tidak semudah yang dibayangkan. Penulis harus
mengikuti visi misi dimana tulisan mereka akan dimuat. Menulis artikel atau
karya ilmiah sangat penting dan berguna bagi kaum intelektual. Karena dengan
ini mereka dapat belajar menemukan masalah baru dan menyelesaikan masalah itu
maka mereka harus mengembangkan ilmu pengetahuan. Sayangnya tidak mudah
menembus media massa.
Tulisan ini akan memberi bekal
untuk para dosen, guru dan mahasiswa untuk mengetahui jenis-jenis, kegunaan dan
tata cara penulisan karya ilmiah.dan juga bagaimana memahami batas redaktur
media massa sehingga tulisannya dapat di layak dimuat. Pada penulisan karya
ilmiah harus memiliki penelitian ketekunan dan kejelian tersendiri, serta
panduan orang yang sudah sering menulis karya ilmiah.
Bagi mahasiswa, ini berguna untuk
membantu menulis tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi. Dalam etika
penulisannya (metodologi penelitian) maupun pemaparan urgensi masalah (teori
yang dijadikan acuan pembahasan).
1.
Artikel
Artikel dalam bahasa Inggris
ditulis “article” yang menurut kamus lengkap Inggris-Indonesia karangan Prof.
Drs. S. Wojowasito dan W.J.S. Poerodarminto, article berarti “karangan”. “artikel”
dalam KBBI berarti “karangan di surat kabar, majalah dan sebagainya”. Ada pula
pakar menyebutkan bahwa artikel adalah suatu tulisan tentang berbagai alat,
mulai politik, sosial, ekonomi, budaya, teknologi, olahraga dan lain-lain (Djuroto
dan Bambang, 2003:3-4).
Menulis artikel di surat kabar
atau majalah tidak harus dilakukan oleh wartawan. Pada faktanya benyak penulis
artikel di media massa cetak adalah orang luar. Penulis artikel harus
mencantumkan nama sebagai tanggung jawab atas tulisannya. Dapat disimpulkan
bahwa semua tulasan di surat kabar merupakan artikel namun yang membedakan
adalah penempatannya, jika dimuat pada halaman opini disebut artikel umum.
Apabila di hiburan dan seni disebut esai, sedangkan jika dimuat dalam kolom
khusus disebut tajuk rencana dan sebagainya.
Berbeda dengan menulis berita.
Jika berita harus sesuai dengan fakta yang ada dan dapat diberi interpretasi sebagai
penjelas, namun sama sekali tidak boleh memasukkan opini. Artikel boleh diberi
opini atau pendapat penulis tentang fakta apa yang telah didapatnya dalam
penelitian.
Fakta adalah kenyataan yang
sesuai di lapangan sebenarnya, opini adalah pendapat yang dikemukakan sesuai
fakta yang ada, sedangkan interpretasi adalah hasil pemikiran berupa pengertian,
penafsiran, dan pemahaman yang sesuai dengan fakta.
Kesimpulannya jika kita ingin
menulis sebuah berita dapat menggabungkan antara fakta interpretasi. Artikel
dapat menggabungkan ketiganya yaitu fakta, interpretasi dan opini.
Berbeda lagi dengan menulis
komentar. Komentar adalah tanggapan suatu masalah dapat berupa pendapat atau
kritikan. Artikel memiliki penulisan yang tidak hanya memberi komentar namun
memberi pemikiran lain yang sudah atau belum diketahui oleh masyarakat.
Artikel dalam surat kabar dapat
berfungsi sebagai pembeda mana yang dikatakan fakta dan opini. Dalam surat
kabar ada satu halaman khusus untuk artikel bernama opinion page, dimana
khalayak dapat menyampaikan pendapat atau gagasannya. Bagi penerbit media massa
itu sebagai umpan balik apa yang telah diterbitkan.
Pemilihan judul sangat penting
dalam pembuatan artikel, karena dari judul menarik tersebut redaktur media
massa akan tertarik untuk menerbitkannya. Ada orang yang menulis judulnya dulu
baru menuliskan isi sesuai dengan judul yang telah diambil. Namun ada pula
orang yang menulis isi dari artikel yang akan diterbitkan dan memberikan judul
setelah selesai menulis.
Pengalaman penulis yaitu
menentukan topik lebih dulu, kemudian mencari literatur, mengungkapkan
permasalahan, baru memilih judul yang tepat.
Karena dalam penulisan artikel sebaiknya memenuhi syarat :
(1) Atraktif dan Baru, yaitu menuliskan yang belum pernah ditulis oleh orang
lain sebelumnya, ini akan menarik perhatian pembaca dan redaktur media massa
untuk mengetahui isi dari artikel. (2) hindari menulis judul yang panjang.
Penulisan judul yang terlalu panjang terkesan tidak menarik dan menghabiskan
halaman dalam surat kabar, maka akan dihindari oleh redaktur. Jika ingin judul
panjang buatah judul inti dan sub-judulnya. (3) punya relevansi. Judul harus
memiliki relevansi dengan isi dalam tulisannya, misal jika kita ingin menulis
dengan topik ekonomi maka judulnya berkaitan dengan topik tersebut.
Pengelompokkan ini untuk mempermudah redaktur dalam menempatkannya di media massa.
Ada lima jenis artikel : (1)
eksploratif. Artikel ini berisi tentang fakta penemuan baru. Misalnya penemuan
barang antik jaman purba. Penulis menelusuri sejarahnya, dan menguraikannya
dalam tulisan artikel. (2) eksplanatif. Yaitu artikel yang memberi penjelasan/menerangkan
untuk dapat dipahami oleh pembaca. Disini penulis harus jeli dalam
pengamatannya. (3) deskriptif. Artikel yang berisi tentang permasalahan yang
tengah terjadi di masyarakat. Mirip laporan atau reportase hanya saja dalam
artikel tidak hanya menampilkan fakta namun juga opini dari sang penulis. (4)
prediktif. Dalam artikel ini berisi tentang prediksi atau perhitungan apa yang
akan terjadi kelak dikemudian hari berdasarkan perhitungan penulisnya. (5)
preskriptif. Berisi tentang tuntunan atau ajaran melakukan sesuatu sehingga
orang lain yang membaca akan mengetahui kebenaran dan tidak mengalami
kekeliruan.
2.
Karya Ilmiah
Danial (2001:4) menyatakan bahwa
karya ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilakukan oleh seseorang atau
kelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah. Tata cara ilmiah adalah suatu
sistem penulisan yang didasarkan pada sistem, masalah, tujuan, teori dan data
untuk memberikan alternatif pemecahan masalah tertentu.
Selain itu, Djuroto dan Bambang
(2003:12-13) menyatakan bahwa karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang
membahas suatu masalah. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan,
pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian, baik
penelitian lapangan, tes laboratorium ataupun kajian pustaka.
Maka dalam penulisan karya ilmiah
harus menggunakan pemikiran yang logis (masuk akal) dan empiris (dibahas ecara
mendalam) yang dapat dibuktikan kebenarannya. Ada dua tingkatan pemikiran
ilmiah, yaitu tingkat abstrak yang berkaitan dengan penalaran maksudnya
pemikirannya bebas namun sedikit terikat oleh ruang dan waktu. Tingkat empiris
sangat berkaitan oleh ruang dan waktu.
Pendekatan ilmiah dalam penulisan
karya ilmiah ada dua jenis, pendekatan induktif dan deduktif. Induktif maksudnya
adalah pengamatan seseorang padaa bidang tertentu secara empiris, menghasilkan
konsep, menjadikannya hipotesa yang ditulis secara teori, dan bermuara di
tingkat abstrak. sedangkan deduktif memiliki arti titik tolak penalaran di
abstrak yang menghasilkan konsep dan diuji dengan hipotesis.
Karya tulis ilmiah adalah
kegiatan menulis berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode ilmiah untuk
menemukan jawaban secara ilmiah terhadap suatu permasalahan. Untuk menjadi
penulis karya ilmiah, penulis harus rajin membaca dan mencatat konsep-konsep
serta teori untuk mendukung karya tulis ilmiahnya. Suatu karya ilmiah harus
dapat dibuktikan dengan melakukan dua pengujian jawaban. Pertama, jawaban
tersebut merupakan jawaban final dalam terhadap permasalahan penelitian.
Artinya nantinya akan diperlukan sebagai suatu thesis. Kedua, jawaban yang
paling benar, nantinya akan diuji dengan hipotesis.
Meskipun penulis telah mengetahui
jawabannya, namun harus mengujinya terlebih dahulu apakah jwaban tersebut dapat
dibuktikan kebenarannya. Untuk itu dibutuhkan sumber lain. Jika dalam pengujian
benar maka hipotesis dapat diterima, jika salah maka hipotesis dapat ditolak.
Penulisan karya ilmiah hanya dapat dilakukan setelah ada masalah yang muncul
kemudian di jawab dengan melakukan penelitian. Setelah itu dibuatlah kesimpulan
dari penelitian dan rekomendasi. Kesimpulan adalah pemikiran terakhir dari
penelitian, sedangkan rekomendasi merupakan langkah selanjutnya untuk
menyelesaikan masalah. Kesimpulan sendiri tidak harus menemukan hal yang baru,
bisa juga melanjutkan penemuan yang sebelumnya telah dilakukan. Ilmu dan
teknologi yang ada di bumi sebenarnya bisa dan perlu untuk diteliti lebih
lanjut. Karena perubahan dapat melahirkan kemajuan positif untuk dunia.
Penulisan karya ilmiah dapat
membantu para cindekiawan dalam menemukan sesuatu yang baru. Pada lingkup
pendidikan di perguruan tinggi karya ilmiah dapat digunakan untuk mendapatkan
suatu gelar. Skripsi untuk Sarjana (S1), tesis untuk Magister (S2), disertasi
untuk Doktor (S3). Namun tujuan utama penulisan karya ilmiah tidak untuk
mendapatkan gelar, melainkan mendokumentasikan temuan-temuan baru yang dapat
dibuktikan kebenarannya. Temuan karya ilmiah yang dibukukan memiliki tujuan (1)
pengakuan scientific objective untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan,
dengan pemaparan teori-teori baru yang sahih serta terandalkan, (2) pengakuan
practicial objective guna membantu pemecahan problema praktisi yang mendesak.
Judul ada kepala karya tulis,
sedangkan topik adalah pokok permasalahan yang ditulis. Topik bisa diangkat
menjadi judul namun judul tidak dapat diangkat menjadi topik. Judul adalah ciri
yang mencakup isi dari karya tulis ilmiah. Karean itu judul harus menggunakan
bahasa yang jelas, tidak bertele-tele, dan mudah dipahami. Judul harus sesuai dengan
topik bahasan yang akan diambil dan sebisa mungkin jangan membuat judul yang
terlalu pendek juga jangan terlalu panjang. Judul sebaiknya terdiri dari 8-12
kata. Karya ilmiah dibedakan menjadi dua secara garis besar, yaitu karya ilmiah
pendidikan dan karya ilmiah penelitian. Karya ilmiah pendidikan contohnya :
Paper, Skripsi, Tesis dan Disertasi. Karya tulis penelitian ontohnya : makalah
seminar, laporan hasil penelitian, dan jurnal penelitian.
Kesimpulannya
1.
Karya ilmiah mengandung kebenaran ilmiah dan
dapat dibuktikan secara nyata.
2.
Proses berpikir ilmiah terdiri dari pengajuan
masalah, hipotesis, dan verifikasi data. Hasilnya disajikan berupa tulisan
sistematis dan empiris.
3.
Karya tulis ilmiah biasanya ditampilkan dalam
bentuk makalah, skripsi, tesis, disertasi, hasil penelitian.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar